Cari disini

Kamis, 14 Mei 2015

IMAN KEPADA MALAIKAT








BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Sebagai umat Islam kita sudah tahu bahwa Rukun Iman ada enam, yaitu iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Nabi dan Rasul, Hari akhiur dan iman kepada Qada’ dan Qadar. Dalam al Qur’an dijelaskan bahwa kita wajib percaya dan mengimani hal-hal yang ghaib, sebagaimana dalam surah Al baqarah ayat 3:
yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka”.[1]

Penggalan terjemah ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa kita sebagai seorang muslim wajib pecaya kepada hal-hal yang ghaib. Malaikat termasuk makhluk ghaib itu sebabnya kita juga harus mengimani mereka.
Kepercayaan kepada malaikat merupakan salah satu pokok ajaran Islam. Kepercayaan ini dinilai oleh ulama-ulama sebagai salah satu rukun iman. Bukan saja tidak sempurna, tetapi tidak sah iman seorang muslim, apabila ia tidak percaya adanya malaikat ddengan sifat-sifat yang dijelaskan agama.
B.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimana defiisi iman kepada Malaikat ?
2.      Apa-apakah dalil yang menjelaskan tentang keberadaan malaikat ?
3.      Apa-apa sajakah sifat-sifat malaikat ?
4.      Apakah hikmah beriman kepada malaikat ?
C.            Tujuan
1.      Untuk memahami tentang iman kepada malaikat itu sendiri.
2.      Untuk memahami dalil-dalil tentang keberadaan malaikat.
3.      Untuk mengetahui sifat-sifat malaikat.
4.      Untuk memahami hikmah beriman kepada malaikat.

























BAB II
PEMBAHASAN

A.           PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Sebelum kita mengetahui dan memahami Iman kepada Malaikat, kita harus tahu apa itu malaikat. Kata Malaikat dalam bahasa Indonesia penggunaannya pada biasanya disnggap berbentuk tunggal, sama dengan kata ulama. Dalam bahasa arab dari mana kata-kata itu berasal, keduanya merupakan bentuk jama’ dari kata “malaka” untuk malaikat dan ‘alima untuk ulama. Ada ulama yang berpendapat bahwa kata “malak” terambil dari kata ‘’alaka-malakah’’ yang berarti mengutus atau perutusan/risalah.
Malaikat adalah utusan-utusan Tuhan, untuk berbagai fungsi, dan ada juga yang berpendapat bahwa kata malak terambil dari kata la-aka yang berarti menyampaikan sesuatu. Malak/malaikat adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu dari Allah SWT.
Kalau dari kebahasaannya memberikan pengertian seperti itu, maka apakah pengertiannya menurut agamawan ? Banyak ulama berpendapat bahwa malaikat adalah “makhluk halus yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya yang dapat berbentuk dengan aneka bentuk, taat mematuhi perintah Allah dan sedikitpun tidak pernah pernah membangkang.”[2]
Jadi iman kepada malaikat adalah mengitikadkan dengan seteguh-teguhnya, bahwa malaikat itu benar-benar ada dan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah yang mukmin serta dimuliakan.[3]
B.            DALIL-DALIL TENTANG KEBERADAAN MALAIKAT
Baik dalam Al Qur’an dan hadits begitu banyak dijelaskan tentang keberadaan para malaikat seperti:
 1.      QS Al Baqarah ayat 98
Barang siapa yang menjadi musuh Allah; malaikat-malaikat Nya, Rasul-rasul Nya, Jibril dan Mikail maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”[4]

2.      Hadits Rasulullah SAW
Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu mendo’a: wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya. Dan yang satu lagi berkata: wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil. (HR. Muslim).[5]
3.      Hadits Rasulullah SAW
Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR. Imam Malik)[6]
4.      QS An Nisa ayat 172
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan tidak (pula) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka smua kepada Nya”[7]
 C.            SIFAT-SIFAT MALAIKAT
1.      Mampu berbentuk seperti manusia
Dalam Al Qur’an ditemukan sekian ayat yang menjelaskan bahwa malaikat mengambil wujud manusia.
Nabi Ibrahim pernah dikunjungi oleh malaikat berbentuk manusia. Ketika itu, beliau menghidangkan makanan buat mereka sambil berkata: “Silahkan makan”. (Ad Dzariyat ayat 27).
Nabi Luth juga pernah dikunjungi oleh malaikat dalam bentuk manusia. Beliau sangat khawatir tamu-tamunya yang tampil sebagai pemuda-pemuda yang tampan diganggu oleh kaumnya yang melakukan homoseksual.[8]
2.      Tidak berjenis kelamin
Kaum musyrikin menduga,bahkan percaya,bahwa para malaikat berjenis kelamin wanita:
Mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah,sebagai orang-orang perempuan.Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu?Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimntai pertanggung-jawaban”.(Q.s.Az-Zukhruf 43:19).


Al-Qur’an menolak keyakinan tersebut antara lain dengan firman-Nya:

Tanyakanlah kepada mereka(orang-orang kafir Mekah):”Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)? Ketahuilah, bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan:”Allah beranak”.Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah terjadi padamu?Bagaimana (caranya )kamu menetapkan?Maka apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata”? (Q.s.As-Shafat 37.149-156).
Demikian Allah membantah keyakinan mereka sekaligus membantah,bahwa Allah tidak memilih atau mengutamakan jenis kelamin apa pun baik wanita maupun pria buat para malaikat.Tentu saja kalau mereka tidak berjenis kelamin,maka mereka pun tidak memiliki nafsu seksual dan dengan demikian mereka tidak berhubungan seks,dan tidak beranak cucu.[9]
3.      Tidak makan dan minum
4.      Tidak jemu beribadah dan tidak juga letih
5.      Tidak melakukan dosa
6.      Gagah[10]
D.           HIKMAH BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah SWT tentu saja ada hikmah di baliknya, sama halnya dengan iman kepada malaikat yaitu sebagai berikut:
1.      Menjadikan kita lebih berhati-hati dalam bertindak maupun berbicara karena kita yakin ada malaikat yang mengikuti kita.
2.      Menjadikan kita lebih dekat kepada Allah SWT





















BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
-                 Beriman kepada malaikat berarti mengitikadkan dengan seteguh-teguhnya, bahwa malaikat itu benar-benar ada dan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah yang mukmin serta dimuliakan.
-                 Malaikat mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan manusia diantaranya:
a.       Mampu berubah menjadi manusia
b.      Tidak berjenis kelamin
c.       Tidak makan dan minum
d.      Tidak jemu beribadah dan tidak juga letih
e.       Tidak melakukan dosa
f.       Gagah
-                 Hikmah beriman kepada malaikat sebagai berikut:
a.       Menjadikan kita lebih berhati-hati dalam bertindak maupun berbicara karena kita yakin ada malaikat yang mengikuti kita.
b.      Menjadikan kita lebih dekat kepada Allah SWT
B.            Implikasi
Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa orang yang beriman adalah orang yang beriman kepada hal-hal yang ghaib, malaikat termasuk makhluk ghaib, itu sebabnya kita juga harus mengimani mereka. Telah dijelaskan dalam Al Qur’an agar kita memeluk Islam secarah kaffah (keseluruhan). Tidak sempurna Islam kita, tidak sempurna Iman kita jika kita tidak beriman kepada malaikat, karena Iman Kepada Malaikat adalah Rukun Iman yang kedua.
Dalam pembahasan di atas dijelaskan bahwa ada malaikat yang selalu mengawasi kita, olehnya itu kita seantiasa menjaga lisan, perbuatan dan pikiran kita agar selalu berkata, berbuat dan berpikir positif walaupun kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, sebuah pepatah mengatakan “Orang yang baik bukanlah orang yang tak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang selalu belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah ia lakukan”.
Dengan beriman kepada para malaikat diharapkan kita bisa lebih meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT.


























DAFTAR PUSTAKA

Al Qur’an dan terjemahannya

Danarto, Gerak-gerik Allah Cet II, Risalah Gusti, 1999: SURABAYA

Quraish Shihab, Yang Tersembunyi cet I, Lentera Hati, 1999: JAKARTA

Abdullah Zakiy Al Kaaf, Memperkokoh Akidah Islamiyah cet I, Pustaka Setia                      1999:BANDUNG







[1] Al Qur’an dan terjemahannya QS Al Baqarah ayat 3
[2] Quraish Shihab, Yang Tersembunyi, Lentera Hati, 1999 hal 246-247
[3]Abdullah Zakiy Al Kaaf, Memperkokoh Akidah Islamiyah cet I, Pustaka  Setia 1999 hal 141
[4] Al Qur’an dan terjemahannya QS Al Baqarah ayat 98
[5] Danarto, Gerak-gerik Allah Cet II, Risalah Gusti, 1999 hal 31
[6] www.google.com
[7] Al Qur’an dan terjemahannya QS An Nisa ayat 172
[8] Quraish Shihab, Yang Tersembunyi cet I, Lentera Hati, 1999 hal 257-258
[9] Ibid, hal 259
[10] Ibid, hal259-263

Tidak ada komentar:

Posting Komentar