Cari disini

Kamis, 14 Mei 2015

METODE PENDIDIKAN ISLAM




TEORI TENTANG METODE PENDIDIKAN ISLAM


 







Dibuat untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ilmu Pendidikan Islam
Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Semester III

OLEH
KELOMPOK V
Kamaluddin Ahmad
Witya Anita Sari

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) WATAMPONE
2011



A.            Pengertian Metode Pendidikan Islam
Secara etimologi, istilah metode berasal dari bahasa Yunani “metodos”. Kata ini memiliki dua suku kata yaitu metha yang berarti melewati atau melalui dan “hodos”  yang berarti jalan atau cara. Metode berarti jalan atau cara mencapai tujuan[1]. Jadi dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran.
Sementara itu, pendidikan islam adalah sebuah proses dalam membentuk manusia-manusia muslim yang mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk mewujudkan dan merealisasikan tugas dan fungsinya sebagai khalifah Allah SWT, baik kepada Tuhannya, sesama manusia dan sesama makhluk lainnya[2].
Jadi, metode pendidikan Islam adalah cara yang ditempuh dalam memudahkan pencapaian tujuan pendidikan Islam.
B.            Macam-macam Metode Pendidikan Islam
Dari literatur pendidikan Barat dapat ditemukan Barat dapat ditemukan banyak metode mengajar[3]. Sebelum menjelaskan macam-macam metode  pendidikan Islam terlebih dahulu dijelaskan tentang pendekatan dalam pendidikan Islam.
a.         Pendekatan Religius, bahwa manusia diciptakan memiliki potensi dasar (fitrah) atau bakat agama.
b.        Pendekatan filosofis, bahwa manusia adalah makhluk rasional dan berakal pikiran untuk mengembangkan diri dan kehidupannya.
c.         Pendekatan rasio-kultural, bahwa manusia adalah makhluk bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga latar belakangnya mempengaruhi proses pendidikan.
d.        Pendekatan scientifict, bahwa manusia memiliki kemampuan kognitif dan afektif yang harus ditumbuhkembangkan.[4]
Beberapa metode pendidikan yang dikenal secara umum, antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Metode cearamah, memberikan pengertian dan uraian suatu masalah
b.      Metode diskusi, memcahkan masalah dengan berbagai tanggapan
c.       Metode eksperimen, mengetahui proses terjadinya suatu masalah
d.      Metodde demonstrasi, menggunakan praga untuk memperjelas sebuah masalah
e.       Metode pemberian tugas, dengan memberikan tugas tertentu secara bebas dan bertanggung jawab
f.       Metode sisiodrama, menunjukkan tingkah laku kehidupan
g.       Metode drill, mengukur daya serap terhadap pelajaran
h.      Metode kerja kelompok
i.        Metode tanya jawab
j.        Metode proyek, memecahkan masalah dengan langkah-langkah ilmiah, logis, sistematis [5].
C.            Cara Melaksanakan Pengajaran/Pendidikan
Masalah ini jauh lebih penting daripada menjawab pertanyaan “metode apa yang digunakan dalam mengajar?” Ya, kita jawab metode ceramah, diskusi dan sebagainya. Akan tetapi, ternyata jawaban itu tidak dapat menjadikan seseorang mampu mengajar [6].  Yang dapat membantu seseorang untuk dapat mengajar bukanlah penguasaan metode-metode tersebut, melainkan petunjuk tentang bagaimana merancang “jalan pengajaran”, yaitu urutan langkah mengajar.
Urutan langkah mengajar ditentukan oleh beberapa hal, antara lain:
a.       Tujuan pengajaran yang hendak dicapai pada jam pelajaran itu.
b.      Kemampuan guru.
c.       Keadaan alat-alat yang tersedia.
d.      Jumlah murid.[7]
D.            Tinjauan Historis dan Pendapat Para Ahli
a.       Pada Masa Rasulullah SAW
Muhammad adalah Rasul Allah yang diberikan wahyu (Al Qur’an) sebagai petunjuk dan pengajaran kepada umat manusia, sehingga pendidikan dan pengajaran menitik beratkan nilai keagamaan dan akhlak.
Rasulullah juga menganjurkan kepada laki-laki dan perempuan belajar (meuntut ilmu), sebagaimana dalam sabdanya: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”.[8]
E.             Pendapat Para  Ahli Pendidikan Tentang Metode Pendidikan
a.       Al Ghazali
Berbicara tentang mengenai metode yang digunakan dalam mendidik, Al Ghazali mengemukakan beberapa metode alternatif, antara lain:
1.           Mujahadah dan Riyadhah Nafsiyah (kekuatan dan latihan jiwa). Yaitu mendidik anak dengan cara mengulang-ulangi pengalaman [9]. Hal ini akan meninggalkan kesan yang baik kepada anak didik dan benar-benar akan menekuninya sehingga terbentuk akhlak dan watak dalam dirinya.
2.           Mendidik anak hendaknya menggunakan beberapa metode[10]. Hal ini dilakukan agar dalam proses pendidikan anak didik tidak cepat mengalami kejenuhan.
3.           Pendidik hendaknya memberikan dorongan dan hukuman[11]. Memberikan dorongan berupa pujian atau hadiah bagi anak yang berprestasi agar anak-anak yang lain bisa termotivasi untuk lebih giat belajar. Pemberian hukuman sebaiknya dilakukan ketika anak berusia 10 tahun, hal ini dilakukan agar anak tidak mengulangi kesalahan yang bisa menyebabkan dia dihukum.
b.      Ibnu Khaldun
Pendapat Ibnu Khaldun tentang metode pendidikan adalah sebagai berikut:
1.         Metode ilmiah yang modern[12], yaitu menumbuhkan kemampuan memahami ilmu dengan kelancaran berbicara dalam diskusi.
2.         Metode gradasi (pentahapan) dan pengulangan. Agar anak memahami permasalahan dan menerima penjelasan dan menerima penjelasan seuai dengan tingkat berfikirnya.
3.         Menggunakan media (alat peraga)[13], untuk membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
4.         Melakukan karya wisata agar siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.
5.         Menghindari sistem pengajaran yang berbentuk ikhtisar (ringkasan).
6.         Memberikan sanksi yang proporsional untuk menumbuhkan motivasi (semangat) belajar siswa[14]. Sanksi yang positif berupa pujian dan pemberian hadiah, sedangakan sanksi yang negatif adalah pemberian hukuman bagi siswa yang berprilaku negatif.
c.       H.M Arifin
Beberapa metode yang dilontarkan H.M Arifin, bisa dikatakan dapat mewakili metode modern ahli pendidikan dewasa ini, yaitu:
1.      Metode situasional dan kondisional.
2.      Metode tarhib dan targhib
3.      Metode kebermaknaa
4.      Metode dialog
5.      Metode pemberia contoh teladan yang baik
6.      Metode diskusi
7.      Metode induktif dan deduktif
8.      Metode demonstrasi
9.      Metode eksperoimen
10.  Metode hadiah dan hukuman[15]
Sebelum menggunakan metode pendidikan seperti tersebut di atas, seorang pendidik terlebih dahulu menyadari kepribadiannya sebagai seorang muslim, sehingga langkah-langkah pengajarannya mampu mempengaruhi perkembangan jiwa keagamaan anak didik dan mampu menghubungkan semua disiplin ailmu pengetahuan secara islami.
F.             Perkembangan Metode Pendidikan Islam
1.      Masa Klasik (610-1258 M)
Metode pendidikan yang digunakan pada masa ini adalah:
a.       Ceramah
b.      Hafalan
c.       Membaca tadarrus
d.      Tanya Jawab
e.       Bercerita
f.       Menulis
g.       Metode khusus[16]
Instansi yang digunakan antara lain: rumah, masjid, suarau dan pondok sebagai tempat berlangsungnya pendidikan antara Nabi Muhammad SAW. Pada masa ini Socrates mengemukakan metode dialektik atau metode penemuan, sebab pertanyaan yang dilontarkan guru menuntut siswa merumuskan dan menjelaskan suatu npengetahuan.
2.      Masa Pertengahan (1258-1800 M)
Metode pendidikan yang digunaka adlah:
a.       Ceramah
b.      Hafalan
c.       Membaca-menulis
d.      Membaca tadarrus
e.       Tanya jawab
f.       Cerita lewat buku
g.       Menulis Al Qur’an mulai dari titik
h.      Keyakinan dan pembenaran
i.        Mudzakarah
j.        Umum dan sederhana
k.      Metode khusus
l.        Menyerluruh
m.    Pemberian contoh
n.      Membimbing[17]
Pada akhir abad ke 11 dan 12, Skulatisisme menyumbangkan suatu metode deduktif analisis logis, yaitu doktrin yang didasarkan atas logika dan metafisika. Seiring dengan makin berkembangnya jumlah umat Islam dan keinginan memperoleh pengajaran, menuntut adanya kelembagaan yang lebih teratur dan terarah, maka didirikanlah Al Kuttab sebagai lembaga baru.
3.      Masa Modern (1800-sekarang)
Metode berikut ini adalah pengembangan metode-metode di masa klasik dan pertengahan yaitu:
a.       Ceramah menggunakan media
b.      Hafalan mandiri
c.       Membaca dengan pemahaman
d.      Murid bertanya dan menjawab
e.       Cerita lewat media
f.       Menulis Al Qur’an secara utuh
g.       Sintesis analisis
h.      Diskusi
i.        Dedukti-Induktif
j.        Komprehensif
k.      Demonstrasi
Karena lembaga Al Kuttab tidak mampu menampung aspirasi dan kebutuhan belajar yang lebih luas, maka dibentuklah madrasah atau sekolah[18]. Madrasa dilengkapi dengan perpustakaan. Institusi pendidikan Islam berkembang lagi, seperti perpustakaan, majlis taklim dan pendidikan individual.
Pada dasarnya metode yang digunakan pada ketiga zaman tersebut sama, seperti ceramah, diskusi dll. Namun hal yang membedakan antara ketiga periode tersebut adalah pengembangan dalam menggunakan metode dengan dibantu alat atau media yang semakin canggih.








DAFTAR PUSTAKA
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung:REMAJA ROSDAKARYA, 1991

Arief, Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta:CIPUTAT PERS, 2002

Almath, Faiz, Muhammad, 1100 Hadits Terpilih, Jakarta:GEMA INSANI PRESS, 1992












[1] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta 2002 hal 40
[2] Ibid hal 41
[3] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, PT REMAJA ROSDAKARYA, Bandung 1991 hal 131
[4] Op.cit hal 41
[5] Ibid hal 42
[6] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, PT REMAJA ROSDAKARYA, Bandung 1991 hal 131-132
[7] Ibid hal 132
[8] Muh. Faiz Almath, 1100 Hadits Terpilih, GEMA INSANI PRESS, Jakarta 1992 hal 207
[9] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta 2002 hal 44
[10] Ibid hal 45
[11] ibid
[12] Ibid
[13] ibid
[14] Ibid
[15] Ibid hal 46-47
[16] Ibid hal 47
[17] Ibid hal 48
[18] Ibid hal 49

1 komentar:

  1. Casinos Near DC - Search results for "Casinos Near DC"
    Search results 경상남도 출장마사지 for 부천 출장안마 "Casinos Near DC" at 속초 출장안마 local.com. See map, reviews and photos 강릉 출장안마 of 충청북도 출장샵 casinos located near DC.

    BalasHapus