TEORI TENTANG METODE PENDIDIKAN ISLAM
![]() |
Dibuat untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ilmu Pendidikan Islam
Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam
Semester III
OLEH
KELOMPOK V
Kamaluddin Ahmad
Witya Anita Sari
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
NEGERI
(STAIN) WATAMPONE
2011
A.
Pengertian Metode Pendidikan Islam
Secara etimologi, istilah metode berasal dari bahasa
Yunani “metodos”. Kata ini memiliki
dua suku kata yaitu metha yang
berarti melewati atau melalui dan “hodos”
yang berarti jalan atau cara. Metode
berarti jalan atau cara mencapai tujuan[1].
Jadi dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara untuk menyajikan bahan
pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran.
Sementara itu, pendidikan islam adalah sebuah proses
dalam membentuk manusia-manusia muslim yang mampu mengembangkan potensi yang
dimilikinya untuk mewujudkan dan merealisasikan tugas dan fungsinya sebagai
khalifah Allah SWT, baik kepada Tuhannya, sesama manusia dan sesama makhluk
lainnya[2].
Jadi, metode pendidikan Islam adalah cara yang ditempuh
dalam memudahkan pencapaian tujuan pendidikan Islam.
B.
Macam-macam Metode Pendidikan Islam
Dari literatur pendidikan Barat dapat ditemukan Barat
dapat ditemukan banyak metode mengajar[3].
Sebelum menjelaskan macam-macam metode
pendidikan Islam terlebih dahulu dijelaskan tentang pendekatan dalam
pendidikan Islam.
a.
Pendekatan Religius, bahwa manusia diciptakan memiliki
potensi dasar (fitrah) atau bakat agama.
b.
Pendekatan filosofis, bahwa manusia adalah makhluk
rasional dan berakal pikiran untuk mengembangkan diri dan kehidupannya.
c.
Pendekatan rasio-kultural, bahwa manusia adalah makhluk
bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga latar belakangnya mempengaruhi proses
pendidikan.
d.
Pendekatan scientifict, bahwa manusia memiliki kemampuan
kognitif dan afektif yang harus ditumbuhkembangkan.[4]
Beberapa metode pendidikan yang dikenal secara umum,
antara lain adalah sebagai berikut:
a. Metode
cearamah, memberikan pengertian dan uraian suatu masalah
b. Metode
diskusi, memcahkan masalah dengan berbagai tanggapan
c. Metode
eksperimen, mengetahui proses terjadinya suatu masalah
d. Metodde
demonstrasi, menggunakan praga untuk memperjelas sebuah masalah
e. Metode
pemberian tugas, dengan memberikan tugas tertentu secara bebas dan bertanggung
jawab
f. Metode
sisiodrama, menunjukkan tingkah laku kehidupan
g. Metode
drill, mengukur daya serap terhadap pelajaran
h. Metode
kerja kelompok
i.
Metode tanya jawab
j.
Metode proyek, memecahkan masalah dengan langkah-langkah
ilmiah, logis, sistematis [5].
C.
Cara Melaksanakan Pengajaran/Pendidikan
Masalah ini jauh lebih penting daripada menjawab
pertanyaan “metode apa yang digunakan dalam mengajar?” Ya, kita jawab metode
ceramah, diskusi dan sebagainya. Akan tetapi, ternyata jawaban itu tidak dapat
menjadikan seseorang mampu mengajar [6]. Yang dapat membantu seseorang untuk dapat
mengajar bukanlah penguasaan metode-metode tersebut, melainkan petunjuk tentang
bagaimana merancang “jalan pengajaran”, yaitu urutan langkah mengajar.
Urutan langkah mengajar ditentukan oleh beberapa hal,
antara lain:
a. Tujuan
pengajaran yang hendak dicapai pada jam pelajaran itu.
b. Kemampuan
guru.
c. Keadaan
alat-alat yang tersedia.
d. Jumlah
murid.[7]
D.
Tinjauan Historis dan Pendapat Para Ahli
a. Pada
Masa Rasulullah SAW
Muhammad adalah Rasul Allah yang diberikan wahyu (Al
Qur’an) sebagai petunjuk dan pengajaran kepada umat manusia, sehingga
pendidikan dan pengajaran menitik beratkan nilai keagamaan dan akhlak.
Rasulullah juga menganjurkan kepada laki-laki dan
perempuan belajar (meuntut ilmu), sebagaimana dalam sabdanya: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap
muslim laki-laki dan perempuan”.[8]
E.
Pendapat Para Ahli
Pendidikan Tentang Metode Pendidikan
a. Al
Ghazali
Berbicara tentang mengenai metode yang digunakan dalam
mendidik, Al Ghazali mengemukakan beberapa metode alternatif, antara lain:
1.
Mujahadah dan
Riyadhah Nafsiyah (kekuatan dan
latihan jiwa). Yaitu mendidik anak dengan cara mengulang-ulangi pengalaman [9].
Hal ini akan meninggalkan kesan yang baik kepada anak didik dan benar-benar
akan menekuninya sehingga terbentuk akhlak dan watak dalam dirinya.
2.
Mendidik anak hendaknya menggunakan beberapa metode[10].
Hal ini dilakukan agar dalam proses pendidikan anak didik tidak cepat mengalami
kejenuhan.
3.
Pendidik hendaknya memberikan dorongan dan hukuman[11].
Memberikan dorongan berupa pujian atau hadiah bagi anak yang berprestasi agar
anak-anak yang lain bisa termotivasi untuk lebih giat belajar. Pemberian
hukuman sebaiknya dilakukan ketika anak berusia 10 tahun, hal ini dilakukan
agar anak tidak mengulangi kesalahan yang bisa menyebabkan dia dihukum.
b. Ibnu
Khaldun
Pendapat Ibnu Khaldun tentang metode pendidikan adalah
sebagai berikut:
1.
Metode ilmiah yang modern[12],
yaitu menumbuhkan kemampuan memahami ilmu dengan kelancaran berbicara dalam
diskusi.
2.
Metode gradasi (pentahapan) dan pengulangan. Agar anak
memahami permasalahan dan menerima penjelasan dan menerima penjelasan seuai
dengan tingkat berfikirnya.
3.
Menggunakan media (alat peraga)[13],
untuk membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
4.
Melakukan karya wisata agar siswa mendapatkan pengalaman
belajar secara langsung.
5.
Menghindari sistem pengajaran yang berbentuk ikhtisar
(ringkasan).
6.
Memberikan sanksi yang proporsional untuk menumbuhkan
motivasi (semangat) belajar siswa[14].
Sanksi yang positif berupa pujian dan pemberian hadiah, sedangakan sanksi yang
negatif adalah pemberian hukuman bagi siswa yang berprilaku negatif.
c. H.M
Arifin
Beberapa metode yang dilontarkan H.M Arifin, bisa
dikatakan dapat mewakili metode modern ahli pendidikan dewasa ini, yaitu:
1. Metode
situasional dan kondisional.
2. Metode
tarhib dan targhib
3. Metode
kebermaknaa
4. Metode
dialog
5. Metode
pemberia contoh teladan yang baik
6. Metode
diskusi
7. Metode
induktif dan deduktif
8. Metode
demonstrasi
9. Metode
eksperoimen
10. Metode
hadiah dan hukuman[15]
Sebelum menggunakan metode pendidikan seperti tersebut di
atas, seorang pendidik terlebih dahulu menyadari kepribadiannya sebagai seorang
muslim, sehingga langkah-langkah pengajarannya mampu mempengaruhi perkembangan
jiwa keagamaan anak didik dan mampu menghubungkan semua disiplin ailmu
pengetahuan secara islami.
F.
Perkembangan Metode Pendidikan Islam
1. Masa
Klasik (610-1258 M)
Metode pendidikan yang digunakan pada masa ini adalah:
a. Ceramah
b. Hafalan
c. Membaca
tadarrus
d. Tanya
Jawab
e. Bercerita
f. Menulis
g. Metode
khusus[16]
Instansi yang digunakan antara lain: rumah, masjid,
suarau dan pondok sebagai tempat berlangsungnya pendidikan antara Nabi Muhammad
SAW. Pada masa ini Socrates mengemukakan metode dialektik atau metode penemuan,
sebab pertanyaan yang dilontarkan guru menuntut siswa merumuskan dan
menjelaskan suatu npengetahuan.
2. Masa
Pertengahan (1258-1800 M)
Metode pendidikan yang digunaka adlah:
a. Ceramah
b. Hafalan
c. Membaca-menulis
d. Membaca
tadarrus
e. Tanya
jawab
f. Cerita
lewat buku
g. Menulis
Al Qur’an mulai dari titik
h. Keyakinan
dan pembenaran
i.
Mudzakarah
j.
Umum dan sederhana
k. Metode
khusus
l.
Menyerluruh
m. Pemberian
contoh
n. Membimbing[17]
Pada akhir abad ke 11 dan 12, Skulatisisme menyumbangkan
suatu metode deduktif analisis logis, yaitu doktrin yang didasarkan atas logika
dan metafisika. Seiring dengan makin berkembangnya jumlah umat Islam dan
keinginan memperoleh pengajaran, menuntut adanya kelembagaan yang lebih teratur
dan terarah, maka didirikanlah Al Kuttab
sebagai lembaga baru.
3. Masa
Modern (1800-sekarang)
Metode berikut ini adalah pengembangan metode-metode di masa klasik dan
pertengahan yaitu:
a. Ceramah
menggunakan media
b. Hafalan
mandiri
c. Membaca
dengan pemahaman
d. Murid
bertanya dan menjawab
e. Cerita
lewat media
f. Menulis
Al Qur’an secara utuh
g. Sintesis
analisis
h. Diskusi
i.
Dedukti-Induktif
j.
Komprehensif
k. Demonstrasi
Karena lembaga Al Kuttab tidak mampu menampung aspirasi
dan kebutuhan belajar yang lebih luas, maka dibentuklah madrasah atau sekolah[18].
Madrasa dilengkapi dengan perpustakaan. Institusi pendidikan Islam berkembang
lagi, seperti perpustakaan, majlis taklim dan pendidikan individual.
Pada dasarnya metode yang digunakan pada ketiga zaman
tersebut sama, seperti ceramah, diskusi dll. Namun hal yang membedakan antara
ketiga periode tersebut adalah pengembangan dalam menggunakan metode dengan
dibantu alat atau media yang semakin canggih.
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir,
Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif
Islam, Bandung:REMAJA ROSDAKARYA, 1991
Arief,
Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi
Pendidikan Islam, Jakarta:CIPUTAT PERS, 2002
Almath,
Faiz, Muhammad, 1100 Hadits Terpilih,
Jakarta:GEMA INSANI PRESS, 1992

Casinos Near DC - Search results for "Casinos Near DC"
BalasHapusSearch results 경상남도 출장마사지 for 부천 출장안마 "Casinos Near DC" at 속초 출장안마 local.com. See map, reviews and photos 강릉 출장안마 of 충청북도 출장샵 casinos located near DC.